Postingan

CERITA DENWATSER

Gambar
Cerita Sahabati Yustina,  Wanita Asal Cianjur yang Jadi Denwatser Senin, 28 Februari 2022 | 09:00 WIB NU Online Jabar: Sering kita lihat dalam acara-acara yang digelar oleh NU selalu ada pengawalan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) baik laki-laki maupun perempuan, Datasemen Wanita Barisan Ansor Serba Guna (Denwatser) atau Banser Wanita, kehadirannya betul-betul sangat dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan perkembangan zaman.  Yustina, salah seorang gadis anggun dan cantik asal Cianjur-Jawa Barat ini adalah didikan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Cianjur yang telah aktif di berbagai kegiatan dan aksi sosial. "Alhamdulillah saya sudah ikut pelatihan Diklatsar di Satkoryon Campaka Mulya di Pondok Pesantren Nurul Huda Attafsiri Cipoek Campaka Mulya dan beberapa kali menjadi Instruktur Diklatsar Satkoryon Agrabinta-Cianjur, Diklatsar Satkoryon Cipanas-Cianjur, Diklatsar Satkorcab Cianjur, Diklatsar Satkoryon Cilamaya Kulon-Karawang, Diklatsar...

AKU TERPESONA DENWATSER

 Lirik:  "AKU TERPESONA DENWATSER" Masalaluuu...!!! Terpesona Aku terpesona Memandang (mandang) wajahmu yang manis Terpesona Aku terpesona Memandang (mandang) wajahmu yang manis Bagaikan mutiara wajahmu bola (bola) matamu Bagaikan kain sutra lesungnya (lesung) pipimu Cantiknya kamu Eloknya kamu Semua yang ada padamu Membuat aku jadi gelisah Sampai-sampai aku terbangun dari tidurku

SEJARAH DENWATSER

"SEJARAH DENWATSER NU" (DETASEMEN WANITA SERBAGUNA NAHDLATUL ULAMA) Denwatser bermula sejak tahun 1960-an."Dulu Denwatser bernama Barisan Perempuan NU Militer.Pada saat itu negara membutuhkan perempuan yang berjiwa militer guna menghadapi serangan wanita PKI atau Gerwani",katanya. Setelah PKI tumbang,Orde Baru menginstruksikan kepada seluruh warga Indonesia bahwa tugas kemiliteran adalah tugas TNI.Hal tersebut menyebabkan perempuan militer NU di rasa tidak di butuhkan lagi sehingga tidak ada pengkaderan,lama-kelamaan akhirnya hilang. "Sebelum munculnya PKI sebenarnya perempuan NU telah ada yang berjuang dalam bidang kemiliteran, yaitu Nyai Hj Asmah Sjahrunie.Beliau aktif dalam Fujinkai (Barisan Perempuan Militer Bentukan Jepang).Dalam NU sendiri,beliau aktif di Konsulat NU Naungan Nahdlatul Oelama Muslimat tahun 1952," kata Kang Kusnin. Menurutnya selain Asmah,ada lagi tokoh Fatayat NU yang turut aktif dalam latihan militer untuk menghadapi revolusi di Ind...